10 HAL YANG PERLU KAMU KETAHUI BILA INGIN KE JEPANG

Jepang merupakan negara yang selalu menarik minat para traveler di seluruh belahan dunia untuk mengunjunginya. Dilansir dari halaman Wikipedia, Jepang memiliki 6.852 pulau dengan jumlah penduduk sekitar 124,7 juta jiwa di tahun 2019 (Tribunnews.com) menjadikannya sebagai negara kepulauan dengan peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Kondisi topografinya yang bergunung-gunung hingga kebiasaan masyarakat Jepang yang terbilang cukup unik mengundang kekaguman bagi para pengunjungnya. 

Penduduk negeri sakura terkenal sebagai orang-orang yang sangat tertib di dunia dan memegang teguh etika. Mereka sangat menyambut orang asing yang datang ke negaranya, bahkan memberikan pertolongan beyond your expectation sebagai bentuk hospitality kepada orang asing yang sudah tertarik dan mau mengunjungi negaranya. Namun, karena mereka adalah orang-orang yang sangat tertib, mereka akan sangat terganggu dan menggerutu dalam hati (orang Jepang tidak akan pernah menyatakan ketidaksukaannya secara langsung) bila melihat orang asing yang seolah tidak peduli dengan kebiasaan mereka saat berada di Jepang.

10 hal berikut yang dapat membantu kamu untuk tidak menjadi “freak” selama berada di Jepang. Yuk disimak!!!

1.Escalator Manner

Kyoto Station

Meskipun masyarakat Jepang homogen, kebiasaan di tiap wilayah bisa begitu berbeda. Hal ini bisa kamu jumpai saat menggunakan fasilitas escalator. Menggunakan hanya satu sisi escalator adalah etika yang berlaku. Namun di sisi sebelah mana? Beberapa kota memiliki perbedaan, seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, Kanto, Kansai, dan kota lainnya. Berikut perbedaannya!!!

Di Tokyo dan Kanto, orang-orang akan berdiri di sebelah kiri, lalu membiarkan sisi sebelah kanan bagi mereka yang ingin berjalan. Sementara di Kansai dan Osaka orang-orang akan berdiri di sisi sebelah kanan. Ada yang mengatakan bahwa kebiasaan di Osaka tersebut dimulai tahun 1967 mengikuti kebiasaan masyarakat di kota London.

Berbeda dengan Osaka, kota Kyoto yang berjarak sangat dekat dengan Osaka sedikit membingungkan, bahkan terbilang unik.  Masyarakatnya ada yang menggunakan sisi sebelah kiri. Namun ada juga yang menggunakan hanya sisi sebelah kanan, atau bahkan menggunakan kedua sisi. Yang menarik adalah masyarakat Kyoto mempunyai kebiasaan yang berbeda di tiap stasiun kereta atau subway. Untuk JR lines dan subway lines yang menuju kota Kyoto, orang-orang akan berdiri di sisi sebelah kiri escalator. Sementara untuk Hankyu lines, Keihan lines, dan Kintetsu lines, yang menghubungkan kota Kyoto dengan Osaka dan Nara, orang-orang akan berdiri di sisi sebelah kanan. Jadi kalau bingung, cukup ikuti saja orang-orang yang ada di depan kalian. Sementara itu masyarakat yang berada di wilayah lain akan berdiri di kedua sisinya.

Adapun tingginya kecelakaan yang terjadi saat menggunakan escalator, pemerintah Jepang baru-baru ini telah mensosialisasikan agar masyarakatnya tidak lagi membuka jalur kosong untuk berjalan. Bahkan kalian dapat melihat poster-poster panduan di stasiun subway, seperti di JR Akihabara Station yang ada di Tokyo yang menghimbau agar berdiri di kedua sisi dan tidak berjalan saat di escalator.

2. No Talk” dan “Not Put Make-Up on Trains

Di Jepang, mengobrol dengan suara berbisik apalagi dengan suara keras hingga tertawa dianggap melanggar etika dan sangat menggangu penumpang yang lain. Pada jam-jam sibuk di Jepang, suasana dalam kereta bisa sangat sunyi karena penumpang akan lebih memilih untuk membaca buku komik atau koran dan mendengarkan musik dengan headset. Larangan untuk tidak menerima telepon saat berada dalam kereta pun bisa dijumpai di dalam kereta- kereta yang ada di Jepang.

Selain itu, hal yang juga tidak boleh dilakukan adalah berdandan di dalam kereta atau area publik karena akan dianggap tidak sopan dan beretika.

3. Duduk di Kursi Prioritas

Sistem transportasi di Jepang adalah salah satu yang terbaik di dunia. Jepang sangat mengutamakan public service dan kenyamanan warganya, salah satunya adalah kursi prioritas bagi para lansia, ibu hamil, orang tua yang membawa anak, dan orang sakit atau lumpuh. Maka, sangat dihimbau untuk tidak duduk di kursi prioritas meskipun kursinya sedang kosong.

4. Don’t Hand Cash to Cashier

Tray is used for money

Saat berada di tempat perbelanjaan atau restoran, kita biasanya akan menyerahkan langsung uang atau alat pembayaran kepada kasir. Hal ini tidak berlaku di Jepang. Setiap akan melakukan pembayaran kita harus meletakkan uang atau kartu kita di nampan yang ada di samping atau depan kasir, begitu pun kasirnya akan memberikan uang kembalian atau kartu pada nampan tersebut.

Selain itu, jangan mencoba memberikan tip karena akan dianggap sebagai penghinaan.

5. Sedia Cash dan Koin

Saat berbelanja, sebaiknya membayar dengan uang cash saja bukan kartu kredit. Kenapa? Karena masyarakat Jepang sangat skeptis untuk penggunaan kartu kredit.

Menyediakan uang pas atau uang koin pas itu perlu, karena uang koin di Jepang masih dipakai untuk penggunaan transportasi umum seperti bus.

6. Restoran “Japanese Only”

Berwisata kuliner saat berada di Jepang tentunya tidak akan terlewatkan. Begitu banyak tempat makan atau restoran yang sangat unik dalam menyajikan makanan khas Jepang, bahkan pengunjung rela antri pada beberapa restoran. Namun ada beberapa tempat makan atau restoran yang memiliki label “Japanese Only Restaurant”. Apabila ada label tersebut di depan restoran itu berarti restoran tersebut tidak menerima orang asing.

7. Arah Business Card

Salah satu hal kecil yang sangat diperhatikan masyarakat Jepang adalah memperhatikan posisi kartu nama (business card) saat akan memberikannya kepada orang lain. Posisi kartu nama yang diberikan haruslah dalam posisi untuk dibaca si penerima, bukan sebaliknya.

8. Membersihkan Diri Sebelum Masuk Onsen atau Sento

Hot Spring Onsen

Jepang terkenal dengan tradisi berendam di onsen atau pemandian air panas alam dan sento atau pemandian umum. Sebelum berendam di onsen atau sento, diwajibkan untuk melepaskan semua pakaian dan membersihkan diri terlebih dahulu dengan sabun yang telah disediakan. Karena onsen dan sento adalah tempat pemandian umum, sehingga menjaga kebersihan air itu sangat penting bagi masyarakat Jepang.

9. Chopstick Manners

Di Jepang chopstick manners wajib hukumnya saat makan menggunakan sumpit. Jangan sekali-kali menancapkan sumpit ke dalam makanan karena hal itu hanya dilakukan untuk makanan sesajen bagi orang yang sudah meninggal. Selain itu, memberikan makanan kepada yang lain dari sumpit ke sumpit lain juga hal yang tidak diperbolehkan.  Hal tersebut mengingatkan pada awasebashi yang terjadi di tradisi kremasi, di mana tulang yang tersisa akan diberikan kepada anggota keluarga dengan menggunakan sumpit. Setelah selesai makan, letakkanlah sumpit di atas mangkok atau cawan yang telah kosong yang menandakan kamu sudah selesai makan. Jadi, jangan sekali-kali tidak menghabiskan makananmu atau meletakkan sumpit di atas cawan yang masih ada isinya.

10. No Hugging

Lain tempat lain belalang. Di Jepang bersalaman apalagi sampai memeluk lawan bicara sangat tabu. Masyarakat Jepang memang sangat kaku. Mereka sangat tidak nyaman dengan skinship. Hal tersebut dianggap berlebihan.

All images are taken from unsplash.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.