LIBURAN KE JEPANG 8 HARI

Keberangkatan

Trip to Japan in 8 days” cukup membuat kami agak riweh. It’s not because we would go to Japan for 8 days, but because we planned to be a backpacker. Maka kami harus memastikan koper yang dibawa tidak akan melebihi muatan cabin bagage begitu pun dengan dimensinya.

20150527_170003

Bahkan hingga beberapa jam sebelum keberangkatan, kami masih mengingatkan satu sama lain dan membahas dengan rinci ukuran koper/tas yang dapat dibawa. Saya sendiri memutuskan untuk membawa koper kecil yang berukuran 49cmx37cmx20cm, sementara batasan dimensi cabin baggage pesawat Air Asia yang akan kami tumpangi adalah 56cmx36cmx23cm. Sangat penting untuk memperhatikan hal tersebut dan membaca ketentuan maskapai yang akan kita tumpangi, karena tiap maskapai punya kebijakannya. Berikut salah satu artikel tentang cabin baggage. Untuk jelasnya klik di sini.

Waktu rasanya begitu lambat berputar, kami pun rasanya sudah tidak sabar untuk berangkat. Teman saya bahkan ada yang berangkat jam 2 siang ke bandara karena takut terjebak macet, mengingat penerbangan kali ini adalah rute internasional. Kami berangkat tanggal 19 Mei 2015 pukul 17.15 WIB menuju Kualalumpur, Malaysia, dengan waktu tempuh Jakarta-Kualalumpur 2 jam. Kami transit di Malaysia dan melanjutkan perjalanan pukul 01.00 waktu kualalumpur menuju Osaka, Jepang.

Saat transit kami memutuskan untuk mengisi perut tengah malam, mungkin karena deg-degan dan terus terjaga sepanjang perjalanan membuat kami lapar #pembelaan :D. Setelah melapor di bagian transit, kami langsung mencari makan. Kami memilih untuk makan di McD, saya sendiri memilih menu cheese burger, harganya sekitar RM 3.5. Setelah makan, kami menuju waiting room. Kami mengisi botol minuman yang kami bawa di water tap, lumayan untuk menghemat.

20150519_221212
Makan tengah malam di McD, Kualalumpur airport

Tepat pukul 01.00 dini hari waktu Kualalumpur, pesawat kami boarding. Penerbangan dari Bandara Internasional Kualalumpur menuju Bandara Internasional Kansai, Osaka ditempuh kira-kira selama 6 jam. Saya duduk di jejeran seat yang berada di tengah pesawat dengan jumlah 3 (tiga) seat yang sederet di bagian tengah, sementara samping kiri kanan 2 seat yang sederet.

Ada kejadian lucu sebelum take off. Saat saya duduk, saya mengamati sekeliling ruang pesawat, begitu banyak tourist pikir saya, well…tourist backpacker-nya pun banyak. Tiba-tiba dari sebelah kiri saya ada yang menyapa dengan bahasa Inggris yang begitu fasih, “Hi, Miss, would you mind if we change our seat? So I can sit next to my friend” (sambil nunjuk temannya yang ada di sampingku). Saya pun langsung menjawab: “Yeah, sure. Then where’s yours?”. Dijawabnya: “Actually, my seat is next to yours”. Saya pun bergegas pindah lagi ke pinggir, yaa…gak enak juga kalo mereka mau ngobrol terus ada saya di tengah. Tiba-tiba…mereka ngobrol kayak gini, “Good, kalau gitu barangnya taruh sini aja” (rasanya langsung pengen ngakak, emang tampang Toraja saya gak keliatan ya? :D). beberapa saat setelahnya saya pun sapa lagi: “Oh…dari indonesia ya?”, kita bertiga pun langsung ngakak. We were literally laughing. Tapi mereka Englishnya emang bagus jadi saya pun gak nyangka mereka dari Indonesia, plus wajah oriental jadi pikirnya orang Malay. Selama penerbangan pun kami bertukar informasi, dan ternyata mereka juga backpacker. Mereka pun menginformasikan mengenai cultural event di Kawaguchi pada tanggal 25 Mei, yang biasanya memang diadakan di bulan Mei katanya.

Arrived in Osaka

Ohayouuuu!!! 😉

20150520_095318_Richtone(HDR)
Tiba di Kansai International airport, Osaka

Akhirnya kami pun tiba di Kansai International Airport, Osaka, Japan. Kami sangat gembira dan begitu excited, akhirnya the jeourney just begun. Begitu masuk airport kami pun segera mengaktifkan Wifi Pocket yang di-rent di H.I.S Tours Jakarta, tempat kami juga membeli JR Pass. Menyewa Wifi Pocket perlu karena setiap saat kami perlu mencari tahu rute dan transportasi, serta membaca artikel tentang kota yang kami kunjungi. Selain itu, Wifi Pocket terbilang sangat ekonomis dibanding mengaktifkan paket data seluler, karena kami berempat jadi bayarnya bisa keroyokan, hanya Rp 100ribu/person. Lebih lanjut tentang informasi Wifi Pocket dapat dibaca di sini.

Selanjutnya, kami pun ke bagian loket JR Pass untuk mengaktifkannya hari itu juga. Kami tidak berlama-lama di bandara dan memuaskan untuk mengambil foto, karena perjalanan dari bandara ke Stasium Kawachikosaka berkisar 1 (satu) jam by train. Beruntung sekali sekarang dunia teknologi begitu canggih, hanya dengan menggunakan aplikasi Hyperdia dan Google Map kita dapat mengetahui harus menggunakan kereta apa, jam keberangkatannya, serta turun di stasiun mana untuk sampai tempat tujuan.

JR Pass setelah diaktifkan. Berlaku selama 7 hari sejak diaktifkan.
JR Pass setelah diaktifkan. Berlaku selama 7 hari sejak diaktifkan.
Hyperdia
Hyperdia

Dengan Google Map kita pun juga dapat dituntun bila harus berjalan kaki. Sambil menunggu teman saya, Rahmatullah mengantri untuk pengaktifan JR Pass, kami mendownload aplikasi Hyperdia. Namun, sayang sekali ternyata Android belum didukung aplikasi tersebut, sehingga hanya teman yang memiliki gadget I-Phone yang bisa. Tapi Google Map sendiri pun udah cukup kok 😉

Di Osaka, kami menginap di U-Community Hotel. Hotel inilah yang paling besar dan mewah bagi kami during our trip in Japan. Hotel ini sangat cocok bagi yang berlibur bersama keluarga. Letaknya tidak jauh dari stasiun Kawachikosaka, kira-kira 6 menit berjalan kaki.

U-Community Hotel, Osaka
IMG-20150527-WA0002

Untuk tiba di KawachiKosaka dari Bandara Kansai, sekitar hampir 1 (satu) jam dengan JR Kansai Airport Service kami turun di stasiun Tennoji, lalu mengambil Osaka Loop Line ke Track 12 (penting memperhatikan turun di Track berapa dan perginya melalui track berapa) dan mengambil kereta yang akan turun di stasiun Tsurubashi. Setelah itu di Tsurubashi, kami menuju loket untuk mengambil tiket subway, karena Kintetsu Nara Line yang akan digunakan ke stasiun Kawachikosaka tidak di-cover oleh JR Pass, harganya ¥ 210. Jadi selalu menyiapkan pecahan ¥ (koin) untuk transportasi yang tidak dapat menggunakan JR Pass.

Kawachikosaka Station
Kawachikosaka Station

Saat tiba di stasiun Kawachikosaka, hari itu sudah tengah hari sekitar jam 12 siang waktu Jepang. Kami pun makan di Yoshinoya yang ada di depan stasiun. saya sendiri memilih makan nasi dan daging beef seharga ¥ 380 dan ocha dingin (free). Waktu itu kami duduk terpisah dengan teman kami Rahmatullah, dia bisa berbahasa Jepang, sehingga ketika teman kami yang sudah kambuh maag-nya ingin memesan ocha panas, saya dan teman saya Priskila bingung mau bilang apa. Nah…Mr. Google was our best friend during the trip, langsung deh buka google translate dan cari …dapat deh “atsui ocha”, pas ngomong atsui ocha, waitressnya langsung ngerti 😀

Setelah makan kami ke hotel untuk check in, ketentuan check in udah ada jamnya. Hotel yang dibooking teman saya didapatkan melalui booking.com. Agenda hari itu singkat, kami akan ke Osaka Castle (大阪城, Ōsakajō) dan Dotonbori, karena keesokan harinya kami harus berangkat ke Hiroshima 🙂

Dasadisitu just sharing about travelling!!!

3 thoughts on “LIBURAN KE JEPANG 8 HARI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.